Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Tuesday, May 10, 2016

Technology and Education in Collaboration



The twentieth generations are the luckiest who already enjoyed all of the simplicity. There is no fog if there is no fire. All of those simplicity comes from the phenomenal invention, technology. As well as we know, technology has generated many kinds of machine we used today. Those variants of technology ease all aspects of life such as communication, economic, education and so on. Besides making things easier, they caused side effect. If we talk about education, we will find that technology affect it much. The three of technology are Hand phone, Computer and internet.
Reference vs Copy-paste
            All of the proposal, thesis, essay, article and many written form that students are asked to do, the reference we need is on our hand. The students are allowed to take quotes or statement from expert freely as their references. All they need is computer and the magic ‘copy-paste’. Nowadays we can’t differentiate whether they actually learn from the source or they just copy-paste it then leave. We as the teacher insist to control and limit their source. Make sure they stick the material around their head by conducting question and answer.

Sunday, July 20, 2014

Pengaruh TV Terhadap Perkembangan Remaja


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Dalam Perkembangannya, teknologi selalu dapat menghasilkan produk mutakhir. Mulai dari peralatan sederhana seperti alat rumah tangga hingga peralatan rumit seperti alat berat yang menakjubkan. Selain membantu pekerjaan manusia , teknologi juga dapat menyuguhkan beragam informasi dan hiburan. Salah satu ciptaan teknologi yang sedang naik daun ialah televisi atau yang sering disingkat TV.
TV adalah alat elektronik yang menampilkan tontonan (visual) dan memperdengarkan suara pelaku (audio). Jadi, televisi adalah fasilitas yang dapat kita lihat atau tonton dan kita dengar suara tayangan televisi. Dengan kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat, berita, peristiwa, desas-desus, fenomena sekalipun dapat kita saksikan dengan jelas di depan TV bahkan di saat yang bersamaan, walaupun pada lokasi yang berbeda hingga lintas Negara. Tayangan TV yang beragam mulai darikomedi,  berita, kisah petualangan, desas-desus, film animasi, sinetron dan masih banyak lagi yang disuguhkan untuk memanjakan kita. Tapi pada masa belakangan ini tayangan TV tidak lagi mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Bisa dihitung dengan jari sinetron yang mengajarkan kesederhanaan, kasih saying,mengejar prestasi, dan sebagainya.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa saja dampak tayangan negatif dari televisi?
2.      Apa saja contoh tayangan negatif yang ada saat ini?
3.      Bagaimana solusi untuk mencegah anak menonton tayangan negatif?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui dampak yang ditimbulkan
2.      Mengetahui tayangan yang harus dihindari
3.      Mengetahui solusi yang ditawarkan


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Dampak Negatif yang Ditimbulkan Tayangan Televisi

1.      Perilaku Konsumtif, Kehidupan para public figure yang terkenal dapat kita saksikan secara lengkap. Gaya hidup mereka kerap di ikuti oleh para penggemarnya, juga mengakibatkan pemborosan listrik yang didominasi penggunaan TV
2.      Idola yang berperan sebagai anak berandal atau urakan, mendorong anak berpenampilan sama, contohnya mengeluarkan baju seragam sekolah yang semestinya dimasukkan.
3.      Suka Melawan, Film animasi yang digunakan sebagai sarana hiburan kini lebih menonjolkan sikap jahil, melawan orang tua, dan sikap tidak patut lainnya.
4.      Kekerasan, Sinetron Indonesia sering menunjukkan sikap yang bertentangan dengan nilai agama, seperti merencanakan hal negatif, hingga bertindak criminal terhadap orang lain.
5.      Sombong, Acara TV yang tidak mengindahkan persatuan biasa mempertontonkan perbedaan kasta.
6.      Manja atau tidak mandiri
7.      Menunda-tunda, Malas belajar karena suka bahkan candu dengan acara TV favorit. Ujung-ujungnya, anak sering menunda mengerjakan pekerjaan rumah.
8.      Perilaku tidak sopan, Acara  bikin anak rakus, punya tata cara makan kurang baik.
9.      suka berkata kasar dan kurang sopan pada yang lebih tua.
10.  Pornografi
11.  Gangguan pendengaran dan pengelihatan karena terlalu sering di gunakan
12.  Tindakan membolos semakin meningkat
13.  Penggunaan bahasa gaul yang telah berhasil menggeser bahasa Indonesia yang baik dan benar
14.  Mengatur ulang jadwal yang lebih fleksibel untuk menonton acara kesukaan
15.  Jika anak sudah menonton acara kesukaan yang jam tayangnya berentetan maka anak akan lupa waktu dam mengabaikan sekitarnya
16.  Lupa waktu tersebut juga mengakibatkan anak tidak minat belajar, nonton hingga larut malam, sehingga terlambat beraktivitas keesokan hari
17.  Jika terlanjur sering menonton TV anak akan semakin kecanduan, konsentrasi menurun, dan membentuk pola pikir yang sederhana berdasarkan apa yangbsering mereka lihat di TV
18.  Kurang bersosialisasi
19.  Mempercepat proses masuknya budaya asing yang negatif.

 untuk lebih detail klik http://adf.ly/qTF1t

B.     Tayangan Televisi yang harus dihindari

1.      Perilaku Konsumtif : Gosip
2.      Suka melawan : Film Animasi Crayon Shinchan
3.      Kekerasan : Diam Diam Suka
4.      Sombong : Diam Diam Suka, Ayah Mengapa Aku Berbeda
5.      Manja atau tidak mandiri : Doraemon
6.      Pertentangan kodrat : ABG jadi manten
7.      Tontonan sensual : Ganteng Ganteng Serigala
8.      Memihak : Indonesia Lawyer Club
9.      Kenaifan : Super Deal

C.    Solusi

1.      Buat jadwal menonton televisi
2.      Batasi waktu menonton
3.      Tidak menaruh televisi di kamar anak
4.      Sediakan alternative
5.      Beri imbalan
6.      Tegas
7.      Beri contoh
8.      Pilih acara yang sesuai dengan usia anak
9.      Dampingi anak memonton TV
10.  Ciptakan acara nonton bersama, jangan biasakan anak menonton televisi sendirian.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Tayangan televisi yang kian marak menampilkan acara yang tidak lagi mengindahkan moral harus terus di hindari, berikan alternatif selain TV untuk menghabiskan waktu luang anak. Jika tidak anak akan mudah terpengaruh hal negative yang di tayangkan TV.

B.     Saran
Terus pantau tayangan yang ditonton para remaja untuk antisipasi hal negatif yang terus akan dipelajari dari acara televise, damping anak dan berikan penjelasan agar anak dapat membedakan sikap positif dan negative tayangan tersebut.


DAFTAR PUSTAKA


Friday, December 20, 2013

Kesetaraan Gender dalam Ilmu Sosial Budaya Dasar


PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam paham multikulturalisme, kesederajatan, dan atau kesetaraan sangat dihargai untuk semua budaya yang ada dalam masyarakat. Paham ini sebetulnya merupakan bentuk akomodasi dari budaya arus utama (besar) terhadap munculnya budaya-budaya kecil yang datang dari berbagai kelompok. Itulah sebabnya, penting sekarang ini membahas keragaman dan kesetaraan dalam hidup manusia. Untuk konteks Indonesia sebagai masyarakat majemuk, sehubungan dengan pentingnya ketiga hal tersebut : manusia, keragaman, dan kesetaraan, tatkala berbicara tentang keragaman, hal itu mesti dikaitkan dengan kesetaraan. Mengapa?

Makalah Agama Hindu


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Pengertian   Pawiwahan
Dari sudut pandang etimologi atau asal katanya, kata   pawiwahan berasal dari kata dasar “ wiwaha”. Dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa kata  wiwaha berasal dari bahasa sansekerta yang berarti pesta pernikahan; perkawinan (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997:1130).
Pengertian   pawiwahan secara semantik dapat dipandang dari sudut yang berbeda beda sesuai dengan pedoman yang digunakan. Pengertian   pawiwahan tersebut antara lain :

Wednesday, October 9, 2013

Pancasila Sebagai Paradigma






 




Pancasila  Sebagai Sumber Nilai dan Paradigma



1.Pancasila sebagai Sumber Nilai
Nilai yang bahasa inggrisnya Value termasuk pengertian filsafat.  Dalam hubungannya dengan filsafat, nilai merupakan salah satu pemikiran filsafat yang dianggap paling benar, baik, bijaksana. Menilai berarti menimbang untuk selanjutnya mengambil keputusan.
Sesuatu yang bernilai atau mempunyai nilai apabila sesuatu itu benar (nilai kebenaran), indah (nilai keindahan), baik (nilai moral atau etika) dan religius (nilai agama).
Pancasila sebagai sumber nilai karena memiliki :
a.       Nilai kebenaran
b.      Nilai keindahan atau aestetika
c.       Nilai moral atau etika
d.      Nilai religius
e.       Nilai material
Menurut Prof. Dr. Drs. Notonagoro, SH nilai dibagi menjadi 3 yaitu

Novel






Novel

A.    Pengertian Novel
Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah atau sepotong berita".

Contoh Tajuk Rencana








Pasca Tragedi Sukhoi, Pelayanan Publik Dipertanyakan

Berbicara mengenai Transportasi, kita akan mengenang kembali tragedi jatuhnyaa pesawat Sukhoi SuperJet 100 di Lereng Gunung Salak. Selain itu, kita juga mengenang berbagai musibah yang telah terjadi pada berbagai alat transportasi yang merenggut nyawa korban yang tidak sedikit. Mengapa mengenang? Karena sudah pasti kita tidak ingin hal serupa terjadi kembali.

Learn English






WHAT YOU WILL NEED TO LEARN ENGLISH

            Are you thinking of learning English as a second language? If so, you are right track to becoming bilingual, having better career, and better life prospects. Having the ability to speak multiple languages opens up so many doors that would have before, stayed firmly closed. That is why so many people from all over the world, are taking up English as a second language.

Sunday, September 29, 2013

Pengertian Pendidikan



PENGERTIAN PENDIDIKAN 

 1. PENGERTIAN PENDIDIKAN DALAM ARTI LUAS
Dalam arti luas hidup adalah pendidikan, dan pendidikan adaalah hidup(life is education dan education is life). Maksudnya bahwapendidikan adalah segala pengalaman hidup (belajar) dalam berbagailingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perrtumbuhan atau perkembangan individu. Dalam arti luas pendidikan memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Tujuan pendidikan sama dengan tujuan hidup individu, tidak ditentukan oleh orang lain.
b. Pendidikan berlangsung kapanpun, artinya berlangsung sepanjang hayat (life long education). Karena itu pendidikan itu berlangsungdalam konteks hubungan individu yang bersifat multi dimensi, baik dalam hubungan individudengan Tuhannya, sesma manusia, alam, bahkan dengan dirinya sendiri.
c. Dalam hubungan yang bersifat multi dimensi itu, [endidikan berlangsungmelalui berbagai bentuk kegiatan tindakan dan kejadian, baik yang pada awalnya disengaja untuk pendidikan maupun yang tidak disengaja untuk pendidikan.
d. Pendidikan berlaangsung bagi siapapun. Setiap indivisu, anak-anak, ataupun orang dewasa, siswa/mahasiswa ataupun bukan siswa/ mahasiswa – didik atau mendidik diri.
e. Pendidikan berlangsung dimanapun.
f. Pendidikan tidak terbatas pada schooling atau persekolahan saja. Pendidikan berlangsung di dalam keluarga, sekolah, masyarakat, dan didalam lingkungan alam dimana individu berada. Pendidik bagi individu tidak terbatas padapendidik professional.

2. PENGERTIAN PENDIDIKAN DALAM ARTI SEMPIT
Dalam arti sempit, dama prakteknya identik dengan persekolahan (schooling), yaitu pengajaran formal di bawah kondisi-kondisi yang terkontrol, hanyalah bagi yang menjadi peserta didik. Pendidik bagi siswa terbatas pada pendidik yang professional atau guru. Dalam arti sempit, pendidikan memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Tujuan pendidikan dalam arti sempit di tentukan oleh pihak luar individu peserta didik. Sebagaimana kita maklumi, tujuan pendidikan suatu sekolah atau tujuan pendidikan suatu kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak dirumuskan dan ditetapkan oleh para siswanya.
b. Lama waktunya pendidikan bagi setiap indivisudalam masyarakat cukup bervariasi, mungkin kurang atau sama dengan 6 tahun, 9 tahun atau bahkan lebih dari itu. Namun demikian terdapat titikterminal pendidikan yang di tetapkan dalam satuan waktu Setiap disiplin ilmu memiliki objek formal yang berbeda dan memiliki konsep yang berbeda yang identik dengan pendidikan.
a. Berdasarkan pendekatan sosiologi, pendidikan identik denga sosilaisasi (socialization).
b. Berdasarkan pendekatan antropologi pendidkan identik dengan enkulturasi (enculturation).
c. Berdasarkan pendekatan ekonomi, pendidikan identik dengan penanaman modal pada diri manusia (human investment)
d. Berdasarkan pendekatan politik, pendidikan identik dengan civilisasi (civilization)
e. Berdasarkan pendekatan psikologis, pendidikan identik dengan personalisasi atau individualisasi (personalization atau individualization
 f. Berdsarkan pendekatan biologi, pendidikan identik adaptasi (adaptation)

3. PENGERTIAN PENDIDIKAN DALAM ARTI LUAS TERBATAS ATAU ALTERNATIF Ilmu pendidikan secara alternative adalah system pendidikan yang tidak selalu identik dengan sekolahatau jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara struktur dan berjenjang. Pendidikan alternative berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian fungsional

Friday, August 17, 2012

Wednesday, September 1, 2010

TUGAS TIK X3 HERNA LASTARI 18 TENTANG SEJARAH, FUNGSI, CARA KERJA KOMPUTER

SEJARAH KOMPUTER


Sejarah Komputer menurut periodenya adalah:

* Alat Hitung Tradisional dan Kalkulator Mekanik

* Komputer Generasi Pertama

* Komputer Generasi Kedua

* Komputer Generasi Ketiga

* Komputer Generasi Keempat

* Komputer Generasi Kelima